cinta

April 24th, 2009 by paginanyadona

In life there are very rare chances that you’ll meet the person you love in return. So, once you have it, don’t  ever let go. The chance might never come your way again. Its better to lose your pride to the one you love, than to lose the one you love because of pride.

We spend to much time looking for the right person yo love or finding faults with those we already love, when instead we should be perfecting the love we give.

When we truly care for someone, we don’t look for faults, for answers, for mistakes. Instead we fight the mistakes, we accept the faults and we overlook the excuses. Never abandon the one you love, u’ll neer find who can take his/her place.

When something happens to you, good or bad, consider what it means.. there’s purpose to life’sevents to teach you how to laugh more or not to cry too hard. You can’t make someone love you..all you can do is be someone who can be loved, the rest is up to the person to realize your worth..the measure of love is when you love without count, without thinking in return…

bukan doa yg mengancam

March 17th, 2009 by paginanyadona

ok, mari bercerita

mumpung sekarang jalanan lagi rame gara2 kampanya parpol, so, i stop @ this corner to have some write..(alaahh, bilang aja lo lg pengen nge-net, don!) hehe

kemaren ketemu sama pak haji, bapaknya azis, yg punya klinik di gondrong. cerita ngalor ngidul tentang kisah hidup si bapak yg amat sangat eager u/ sekolah sampe nular ke anaknya, lalu topik beralih ke ibu dokter,

“neng, dah nikah?”

“blm pak..”

“oo.. iya, ntar bapak doain deh…”

“tugas dmn sekarang?”

“masih disini pak, klinik.. saya masih cari rumah sakit..”

“nanti bapak bikinin klinik, mau kaga? curug tahu? ntar tinggal disitu ya..”

“keluarga saya gmn, pak… ?”

“ya udah, pns aja..kaga ikutan DKI?”

“pengen, pak..tapi belum ada pembukaan lagi..”

“ya udah, ntar bapak doain..yg pertama nikah.. trus kerja..”

“iya, amin..makasih,pak..”

itu, pak haji, babenya azis  yg ketemu gw baru sekali.. orang tua 70 tahun, tapi pikiran masih seperti 4o tahun, waras, nyambung, koheren, dan penuh nilai, dengan baik hatinya nawarin kerjaan dan nawarin doain gw…tanpa diminta, tanpa disuruh…

i just say nothing but thank u.

berasa yah.. ga bs nyebutin seperti apa..tapi di tiap doa, keseringan yg gw sebut adalah doa untuk hajat2 gw dan beberapa orang yg ada dalam lingkaran terdalam. kebaikan, kesejahteraan, dunia akhirat u/ keluarga dan org2 terdekat…

kecuali ada kasus2 gawat, seperti kenalan yg baru2 ini KDRT or having a deep-visceral-devorce-pain, nah i pray for them…

i am selfish..

pah haji udah ngajarin untuk berbagi kepedulian dengan sesama saudara dengan cara berdoa.. kenal ga kenal.. dan bukannya untaian pinta yg kita harap untuk saudara kita akan berbalik ke kita sendiri.. tentunya berdoa dalam tata dan adab yg disenangi Sang Pemakbul.

doa, cuma 3 huruf…tapi ga sesederhana itu…

berdoa dengan tulus ikhlas, penuh harap, yakin dipenuhi dan takut tidak diterima.. ini seperti dalam kondisi abu2…seperti itu kita diajar u/ jadi orang yg sangat berharap tapi jgn over pede (di singgasana-nya Allah mungkin berkata “weits tunggu dulu hambaKu, Aku-lah yg Menjadikan…), nyerahin semua sepenuhnya kepada Yang Maha Daya, tapi nggak berpangku tangan nunggu semua terjadi dengan sendirinya dan ga berharap ke manusia (line it, ga berharap..karena ada Cemburu), terus fokus pada tujuan akhir dengan terus berpikiran baik (beneran lho, pikiran baik, jgn mikir macem2) dan tetap ga ninggalin doa itu sendiri..

lalu, gmn kl doa ga dijawab?

ya udah, jgn mikir macem2 jg, karena bs jadi ada kebaikan dibalik tidak dipenuhinya hajat atau disimpan hingga saatnya tiba. sampai kapan? wallahu’alam.. yg penting berpikiran baik dan terus melanjutkan hidup (makasih ya mas, i keep that word u gave me :>)

nah, sekedar berbagi..

dl gw sempet jadi newbie yg ngejar pengakuan dalam bentuk materi karena merasa pantas untuk itu (secara strip di toga gw kan 1,5..*idihh, gitu aja bangga*). dan mendaftar-lah gw ke “daerah basah” dan berdoa supaya diterima, lalu apa yg terjadi? 3 kali daftar ga diterima..kecewa. tmn gw jg kecewa. dia curhat. akhirnya gw cm bs blg,

“yasu, kita ubah orientasi itu. sekarng yg penting kita cr tempat yg bikin hepi, meski gaji kecil, tapi bs kerja dengan hati dan ikhlas.. nanti akan ada balasannya..”(yah, gw sok bijak, padahal waktu itu lg tahap2nya bertanya mengapa..)

dan di kesempatan berikutnya, setelah mengubah orientasi (gw ga berharap banyak kali itu). lalu, kita diterima.

gw ga tahu persis kisah tmn gw itu. dia sempet jatuh bangun jg.ngalamin gaji di-rapel.pungli sanasini, tapi dia diterima PNS. steady pada akhirnya. alhamdulillah.

and me?

i have plenty. paling berharga adalah gw ketemu sm “apa yg sempat hilang dan gw cari lamaaa” dan temen2 yg peduli dan care (we keep sending information till now)

hari ini, mungkin akan jauh berbeda dan lain cerita klo gw ga ngalamin masa2 gelap itu. waktu gw sempat putus asa karena ptt yg ga diterima dan gw ga pny pilihan lain selain kerja di klinik yg seperti lintah darat, dan sayangnya itu berimbas pada kehidupan pribadi…orang2 terdekat jadi sasaran.. (ya Allah, betapa mereka begitu sabar dan penyayang…i do love them so much)

dan lalu,

di kesempatan2 chitchat ma tmn2 petete pernah gw menyeloroh, “pengen naik haji….”, “nikah? tahun depan…” ngedenger omongan gw temen2 cm seserian wae..hehe..kalimat itu, kata2 yg terlontar spontan (yakin don?!? apa bukan keinginan terdalam??? hehehe)

kemudian berbuah kata… (yg mana nihhh??:D)… yg pertama sodara2… yg kedua, minta doa-nya yaaahhh….

alhamdulillah.alhamdulillah.alhamdulillah.

yah, setelah itu gw benar2 paham apa arti “ucapan itu doa”…dan sekali lagi, ga berharap ke manusia.. jadi, manakala kenyataan ga sesuai setting gambaran di pikiran kita.. just accept it. kecewa boleh tp jangan lebai jg. kita boleh berusaha. hasil akhirnya bukan manusia yg menentukan.. kl begitu insya Allah jadi enteng.. (konsisten yah don, ..ehehe…)

balik lagi ke “ucapan itu doa”. kmrn gw liat tayangan di trans tv…ada gadis kecil dengan fenotip (maaf) seperti kera. ibuya bilang, waktu hamil anak itu ia sempat mengumpat marah ke suaminya, “saya hamil anak monyet..”..

astaghfirullah.

org2 bilang pamali. tapi gw pikir bukan… itu adalah mekanisme ucapan tidak terkontrol dari ibu (yg niscaya didengarNya) lalu di-amin-kan malaikat…lalu, Jadilah..Kun Fayakun.

lihat anak itu, jgn serta merta kita bilang pamali…”makanya jgn begini waktu hamil, makanya jangan begitu.. nanti anaknya begini..begitu..”

Ngggggaaaaakkkk bolehhhh sama sekali !!!

karena kita ga boleh percaya sm buatan manusia..

coba, ceceritaan tentang pamali itu bikinan siapa? karena Allah nggak senang kita mendekati syirik..

pake pendekatan ini.. ucapan setiap ibu adalah doa untuk anaknya… lalu ibu hamil ini, setiap ibu pada umumnya, sebaiknya menjaga kata dan laku untuk tidak men-”cedera”-i buah hatinya.. ini berlaku universal…bukan hanya ibu, tapi setiap individu, tiap orang, laki atau perempuan…karena itu Ia Maha Mendengar, Maha Melihat dan sesuai dengan persangkaan hambaNya…

menjaga tutur dan laku…

kita ga pernah tahu kapan doa itu akan berwujud nyata, atau kapan ucapan selintas menjelma doa.. atau kapan sekelebat pikiran entah itu baik atau buruk menjadi nyata di hadapan.

terlepas dari kekhilafan atau ketidaktahuan bertutur seperti selayaknya, selalu terbuka pintu taubatNya u/ mereka yg bersungguh memperbaiki diri. dalam tiap kesalahan itu selalu ada pelajaran yg bisa dipetik. salah berarti belajar untuk tidak mengulangi kesalahan di lain waktu. salah berarti berhati2.

doa adalah penyelamat. faktor eksternal yg tak terlihat, tapi bs dirasa manfaatnya.

doa tidak hanya untuk kita. tetapi jg untuk saudara2 kita yg lain..jgn melulu diri sendiri atau hajat pribadi aja yg dipikirin.. mungkin di tempat yg kita ga tahu, ada teman2 yg butuh di-doa-kan, u/ perkara hidupnya.. jgn tunggu diminta.. seperti pak haji yg “nanti saya doain”, niscaya akan ada juga peng-amin-an untuk entah itu anak atau keponakannya..

dan jangan pernah sekalipun memberi doa yg mengancam karena tidak ada kesetaraan antara kita dengan Allah ataupun malaikatNya,

yg bs kita raih adalah kedekatan… untuk sesuatu yg tidak setara, dapatkah kita memberikan ancaman? yg bahkan dalam kesetaraanpun itu tidak pantas..

sugar? salt?

March 4th, 2009 by paginanyadona

percakapan antara 2 budaya yg berbeda, gw yg indonesia tulen dengan bahasa inggris terpatah2 berusaha nyari segenggam garam buat kaki gw yg pegel ( jauh bo jalan kaki ke jumarat. 8 kilo dari kemah) ke seorang arab petugas muasasah yg kebetulan lewat di depan gw. tampangnya sih abg, 20 something lah..dan basa inggris adalah bahasa internasional khan?? (secara bahasa arab yg gw tahu cm “halal”, “haram”, “majnun”, “bahlul”..hehe)

” excuse me brother, can u help me?”

ntu arab keriting nengok. “….???” (kaga kasih jawaban).. “yes..?” katanya

“ can u give give some salt?” (nunjuk dapur)

“u can ask there, but I can’t  speak in Arabic to ur friends there..” (yg di dapur maksudnya..)

“ what?? Mill?”

“salt…”

“sugar?”

(aduh bngung deh gw) “noo.. not. Sugar.  Salt..”

“mill?” (tampangnya bingung, trus dia manggil temennya)

“yes sister.. can I help u?” (datang tmnya yg udah gw kenal sebelumnya. alhamdulillahh)

“yes.. I need some salt…”

“ah ya, salt..mill”

“yeah, salt.. not sugar… mill?”

“mill.. is salt in Arabic, sister..”

“…i see..” (whateverlah yg penting gw dapet garam itu:D)

Trus dia masuk ke dapur, bawa a cup of salt.

Gw Cuma bengong, bunyaakk bangett. Gw paling cm pake 3 sendok doing..

“ here sister.. salt for you..”

“thank u.. thank u.. but, it’s too much for me…”

Dia cm kasih senyum n ngelempar pandangan nevermind-ambil-aja-napa, trus gabung ma tmn2nya di pojokan.

And then I was walking to my camp. Dengan hati gembira krn segelas penuh garam ada di tangan gw. (yeah, kaki pegel gw bs terobati sedikit  ntar mlm lontaran teakhir, gw akan berjalan ke jumarat dengan semangat)

Ngelewatin salah satu pojok ketemu lagi ma anak2 muasasah (termasuk yg udah ngambilin garam buat gw)  

Mereka manggil,

“sister…!”

“yes..” I reply sambil nengok

“u sugar…” one of them said

Halahhh.                    

 

 

i never cried like yesterday

February 26th, 2009 by paginanyadona

latihan bikin puisi, hehehe

i never cried like yesterday

crying that night..

of something i should thanks My Ceator..

of a gift i received..

of some precious moments He gave..

of a wonderful scenario He made for me,

of some messages He sent,

of a persistence He showed,

of an art of Loving He taught me,

i never cried like yesterday,

i found myself teared

when a sincere and warm-heart ones said,

“i will and always..”

when a respect meet a need

when a past meet present

and i teared again and again..

when i finally found mine,

when a man meet a woman

when i made up mine..

i never cried like yesterday

never like yesterday

and i can’t stop crying

mengapa menikah?

January 30th, 2009 by paginanyadona

an interesting message came to my cell,

>>… please tell me what the important reason someone to be married?

how to call it?

November 7th, 2008 by paginanyadona

“lo ngapain aja?”

gw? di rumah aja

“ga kmn2?

kan mau berangkat. disuruh istirahat.

“trus lo ga kmn2?

ada sih. 2 minggu kmrn gw ke bengkulu.trus ke bandung. trus ke bogor trus ke pasar minggu. trus ke depkes kuningan. trus gw jatuh sakit.

“…….”

begitulah

“ga kerja?”

palingan cm 2 kali

“dmn?” (terdengar bersemangat)

pondok cabe.

“gw pikir lo ada jagaan klinik..”

“trus, lo ga kerja..?” (teteup wae keukeuh)

————————————————-

end of conversation. “fin” kl kata tmn2nya maria marcedes. tuapee deeh bo! kl kata mbak2 di taman lawang.

the opposites

November 2nd, 2008 by paginanyadona

We all shall move though future’s an unknown-mysterious ending.

Expecting in acceptance of what may come.

Prayed for what have had came and what may come.

Strived in question, expectation in an endless prayer.

“u vs u”..

only prayer can do, of what may and have had come.

For Him, I shall move..

For u, dear home, I may.. come back. For God and for good.

Hear goodbye on my silent eye.

There, my why and how are written..

I am yours’,

but mine’s not mine..

I shall move..   

jalan pagi yuks!

October 29th, 2008 by paginanyadona

di kelapa 2

Bapak X          : (berlari kecil) “duluan mbak”

Julia                  : “Mari..”

Bapak X          : (mengiringi) ‘Sering jalan ya mbak. Saya lihat dari belakang cepet banget”

Julia                  : “oh ngga kok. Ini jg terlambat. Harusnya saya mulai sejak 1 bulan lalu”

Bapak X          : “saya kira sudah biasa jalan pagi.. kalau saya tiap hari disini”

Julia                  : “nggak pak, baru 2 mingguan ini, tapi ke kelapa 2 baru sekarang aja..”

Bapak X          : “tinggal dimana?”

Julia                  : “pos pengumben.. bapak dmn?”

Bapak X          : ‘saya di pondok gede. Kantor disini, kelapa 2. jadi berangkat pagi2 ke kantor. Daripada macet kan ya.. nunggu jam kantor jalan pagi”

Julia                  : “oh iya…”

Bapak X          : ‘Sudah sampai kantor saya.. Mari Mbak duluan.. besok kl jalan ketemu lagi”

Julia                  : “iya, pak.. mari.. sampe ketemu lagi”

 

 

 

untuk sahabat

October 29th, 2008 by paginanyadona

Sosok yg sulit dicari tandingannya. Satu diantara sekian ribu.

Jarang sekali ada yg seperti ia..

Atau kita aja yg ga mencoba memaknai apa dan bagaimana dia?

 

Sering dikecam dan dianggap tak biasa. Memang tak biasa. Tetapi ketakbiasaannya adalah nilai lebihnya. Karena ketakbiasaannya yg tak mengena di pikiran orang2 ada nilai2 humanis di dalamnya.

 

Ayo kita lihat lebih dalam lagi. Sosok ini hanya mencari persaudaraan, dan dia ada kapanpun kita membutuhkan persaudaraan, lalu mengapa kita menolak bersaudara dengannya?

 

Tidak ada dosa tersemat dalam pergaulan dengannya, kenapa dijauhi?

Jangan memberi label macam2.. jangan menilai sebuah buku dari tampilannya

 

Ia orang yg baik, amat sangat baik.. kalau bisa persaudaraan ini berlangsung selamanya, meski kami tak bertalian darah akan kuikrarkan dengan bangga pada seluruh dunia bahwa ia saudaraku.

 

Waktu telah membuktikan betapa ia sangat setia untuk sahabat2nya. Betapa ia ada dalam segala musim untuk teman2nya..

 

Sayangnya, yg lain terlalu sempit memaknai persaudaraan sesama muslim

 

Bukan sesuatu yg sulit kok

 

Cukup mengerti dan menerima apa adanya ia. Dan jangan di-cap dahulu.

 

Ia membutuhkan kita sebagaimana kita membutuhkan dirinya. Tampilan luar sekali lagi menipu. Terlihat riang, tetapi aku tahu kadang itu hanya kamuflase saja. Jadi teman2 berhentilah beranggapan aneh dan bukan2…

 

Ia sahabat kita.

 

bukan dukun lho, mbak..

October 29th, 2008 by paginanyadona

ada sms dateng kmrn sore. minta antibiotik. katanya badannya sakit2. “apa anti biotik yg bagus untuk saya?”

lha, ente sudah tahu, knp masi tny saya.

saya kan bukan dukun yg lewat penerawangan doang bisa bilang, “anda kena kanker hati, minum air jampi saya sembuh”.

halah!

jg bukan dokter di tipi yg berbekal stetoskop, naro2 stetoskop di dada trus bilang, “anda kena AIDS, waktu anda 3 bulan lagi”.

ngaco deh.

manis, kl mau tny rekomendasi obat ceritain dulu atuh yg dirasain sekarang apa. triggernya. riwayat. pencetus. hal2 yg berhubungan dengan itu.apapun yg sedang terjadi dalam tubuh kamu.

saya bukan pgn sombong. (mudah2an terhindar dari sombong). tapi kl kamu sudah mengambil konklusi bahwa dengan rasa tidak enak badan kamu butuh antibiotik smntr saya tidak melihat indikasi kearah situ, yah silahkan tanya ke orang lain karena etika profesi saya melarang untuk memberi resep asal.

jadi maaf, saya bukan dukun..